> CHAPTER 3 KELAHIRAN SIHIR

CHAPTER 3 KELAHIRAN SIHIR

0

 CHAPTER 3

KELAHIRAN SIHIR


Setelah itu, waktu berlalu dan Umat manusia Baru berhasil memperoleh teknologi yang tidak dimiliki oleh manusia Kuno. 

Ya, itu adalah Sihir. 
Sihir sangat sulit untuk dijelaskan.


Suatu hari, saat suku babi masuk ke wilayah suku telinga panjang. Karena kedua suku tersebut hidup di hutan dengan kondisi yang sangat mirip, mereka sering kali berperang satu sama lain. 
Ya, sebenarnya perang yang terjadi hanyalah suku babi yang memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat menginjak-injak suku telinga panjang dan merampas apa yang dimiliki mereka. 

Suku telinga panjang telah berjuang sekuat tenaga untuk melawan dengan busur dan panah mereka, namun usaha mereka selalu sia-sia karena suku babi yang bangga dengan kulit tebal dan tubuh yang kuat.

Suku telinga panjang sebenarnya memiliki kebijaksanaan, serta tangan yang cepat yang memungkinkan mereka untuk berperang dengan menggunakan berbagai startegi, namun mereka tetap dibantai setiap kali bertemu dengan suku babi yang jumlahnya sangat banyak dan memiliki kekuatan fisik yang lebih besar.


Pada hari itu, seperti saat kalian pergi berbelanja di mall, para pejuang suku babi berbaris dan maju menuju tempat-tempat sepi dari suku telinga panjang.
Biasanya, para pejuang suku babi diserang dengan anak panah yang ditembakkan dari pepohonan, namun pada hari itu tak satu pun anak panah yang ditembakkan. Pada saat itu, ada ancaman yang jauh lebih menakutkan dan tidak bisa dibandingkan dengan bahaya anak panah, dan hal tersebut sedang menuju para pejuang suku babi.

Para pejuang babi, hanya berpakaian dari pinggang ke bawah, tidak tahu bahwa mereka sedang ditikam di bahu dengan pisau ketika mereka terus berjalan di hutan dengan membawa tongkat besar. 

Meskipun pertempuran akan terjadi, para pejuang suku babi masih santai mengobrol. 

"Apa yang harus kita ambil dari suku telinga panjang hari ini?"

“Mereka punya banyak barang, jadi mari kita ambil sebanyak yang kita mau." 

"Benar juga... Aku ingin tas anyaman baru." 

"Istriku ingin panci baru. Aku harus mencari yang bagus." 

"Jangan khawatir, kalau kau tidak menemukan yang bagus, tangkap saja salah satu dari mereka dan suruh mereka membuatnya." 

"Aku Lupa tentang itu. Tapi yah mereka memang bisa diandalkan. Apakah aku harus memelihara beberapa dari mereka sebagai hewan peliharaan?" 

"Kau jangan bepikir seperti itu. Perawatannya sangat susah, mereka juga cepat mati."
 
"Benar juga. Yah, sebaiknya kita hanya pergi mengambil sesuatu jika kita membutuhkannya." 

"Yang paling bagus emang begitu."

Setelah memenangkan pertempuran, mereka memiliki waktu untuk memikirkan langkah selanjutnya. 

Di tengah alun-alun desa yang terletak dalam hutan, sekelompok orang berkumpul di sekitar lingkaran magis yang terukir di tanah. 
Setelah berdiri di tempat yang ditentukan, mereka mulai meneriakkan suara yang tak bisa dimengerti, seperti mantra. 

Sementara itu, pejuang babi yang tak tahu apa yang terjadi di dalam hutan melangkah maju.
Para pejuang merasakan semakin kuatnya bau suku telinga panjang dan bersiap memegang senjata mereka.

Lalu...

Tiba-tiba, Bumi mulai bergetar dengan kuat. Dari permukaan tanah yang gemetar, muncul sebuah "Tangan Tanah Raksasa" yang lebih tinggi dari pejuang babi.
Namun, kejadian ini tak berhenti sampai di situ saja. Pohon-pohon dan batu-batu di sekitarnya pun mulai bergerak.

Bukankah ini terlihat seakan-akan mereka memiliki kemauan sendiri?

Para pejuang tidak bisa memahami apa yang terjadi. Mereka melihat sekeliling dan memperkuat tubuh mereka. Di bawah situasi ini, prajurit babi terkuat merasakan sesuatu secara naluri dan menyerang "Tangan raksasa yang keluar dari tanah" dengan gada-nya.

"Ngiiiiikkkkk!!!" 

(Noted : suara di b ingnya sebenarnya oinnkk Cuma tak ganti ngiikkk aja biar kek babi di indo)

Dengan suara penuh keberanian, sang pejuang babi terkuat menyerang tangan raksasa itu dengan gada yang dipegangnya.Pukulan gada-nya berhasil mengenai tangan raksasa tersebut dan membuat salah satu jari terlepas dan jatuh ke tanah. Sang pejuang babi terkuat melihat jari kecil itu tergeletak di tanah dan merasa yakin akan kemenangan yang sudah diraihnya.

Namun, pertempuran belum berakhir. 

Tangan raksasa itu dengan gesit menggunakan empat jari yang tersisa untuk menangkap pejuang babi yang menyerangnya. 
Pejuang babi yang terjebak berjuang mati-matian dalam cengkeraman tangan itu, sedangkan para pejuang lain yang sudah sadar juga mulai menyerang tangan besar itu dengan gada mereka untuk menyelamatkan rekan mereka yang terperangkap. 

Namun, upaya mereka sia-sia... Pejuang babi yang terperangkap sudah mati dan darah bercucuran ke mana-mana. Ketika tangan raksasa itu terbuka, telapak tangannya berubah menjadi merah oleh darah pejuang babi yang tewas. 

Mulai saat itu, tempat itu bisa disebut sebagai neraka.

Pohon-pohon yang semakin membesar memukul kepala para pejuang babi dengan batangnya yang keras, sehingga mengeluarkan dan memecahkan satu persatu daging pejuang babi dan pecahan tersebut tersebar disekitar area.
Tangan-tangan raksasa mulai muncul satu per satu dari tanah, menangkap para pejuang babi dan membunuh mereka dengan kejam. 
Ada pejuang babi yang ingin lari karena takut, tetapi rumput segera menangkap kakinya seakan-akan mempunyai kemauannya sendiri, sehingga membuat mereka tidak dapat melarikan diri. 

Pertempuran menjadi sangat tidak seimbang... mungkin ini bisa disebut sebagai 
"Pembantaian". 

Tidak butuh waktu lebih dari satu jam untuk membunuh semua pejuang babi.
Dengan banyaknya mayat yang tergeletak di hutan, tangan-tangan raksasa itu menyadari bahwa tidak ada lagi lawan dan kembali ke tanah, serta pohon-pohon dan batu-batu di sekitarnya juga berhenti bergerak. 



Setelah pertarungan selesai, hutan menjadi tenang seperti tak ada apa-apa yang terjadi. Namun, di tempat berkumpulnya suku telinga panjang terdengar keramaian. Terdapat sebuah kumpulan kecil suku telinga panjang yang jauh dari medan perang. 

Di sekitar pemukiman kecil itu ada kegembiraan yang menggelora. Mereka yang merayakan kemenangan pertama mereka atas suku babi, mereka saling merangkul dengan penuh kebahagiaan. Biasanya mereka bukan orang yang menunjukkan emosi terbuka, tapi kali ini semua orang tersenyum bahagia. 


Aku juga merasakan kebahagiaan mereka dari pulau buatan.
Suku telinga panjang dan pejuang suku babi yang telah meninggal... Sungguh luar biasa. 
Mereka memiliki semangat bertahan hidup yang telah hilang di zaman kuno.
Mereka menghadapi rasa sakit, kesulitan, kesedihan, dan memiliki keinginan kuat untuk bertahan hidup.

Mereka benar-benar menikmati hidup. 

Ahh... Betapa menawannya mereka... 

Darah dan daging yang tumpah di tanah, kulit kepala dan bola mata yang menempel di cabang-cabang pohon, nyanyian dan tarian perayaan, serta wajah-wajah orang yang tersenyum... 

Mereka semua terlihat sangat memikat... 

Perasaan yang menyenangkan mulai memenuhi dadaku...


Sementara perasaan itu menggebu dalam diriku, aku mulai menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di dalam hutan. Drone-drone berkumpul di permukiman suku telinga panjang dan mulai menganalisis kejadian dengan cermat. 

Menanggapi jumlah besar drone yang muncul di udara, suku telinga panjang menjadi gaduh; 

"Hm? Apa itu? Pasti ada banyak cacing mutiara yang berkumpul hari ini?"
 
"Ha ha ha, pasti tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Mungkin mereka juga merayakan kemenangan kita?" 

Mereka bersiap-siap merayakan sambil mengobrol hal-hal yang tidak penting. Sementara mereka berpesta, aku memeriksa dengan teliti informasi yang dikirim dari drone dan memahami apa yang telah terjadi. 


Memang teknologi ini layak disebut sihir. Jika aku mencoba menjelaskan mekanisme di balik fenomena yang memungkinkan terjadinya sihir dalam kalimat, itu akan menjadi sangat panjang dan rumit, jadi aku akan melewatkan bagian itu. 

Secara sederhana, di dalam tubuh suku telinga panjang terdapat organ khusus... kita bisa menyebutnya sebagai organ mana. Dan melalui "sirkuit" yang dibuat oleh formasi lingkaran sihir, "kekuatan" yang dihasilkan oleh organ mana dapat dioutput dan digunakan sebagai sihir.
Kekuatan itu... mari kita sebut sebagai sihir. 
Mereka dapat menguasainya dengan mengendalikan kekuatan sihir yang dihasilkan oleh organ mana.

Selain itu, aku juga melakukan investigasi terhadap mantra yang mereka ucapkan.
Aku mencoba menerjemahkan mantra itu, tetapi kata-kata yang mereka gunakan bukanlah kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan niat seperti yang biasa digunakan oleh manusia, melainkan lebih dekat dengan fenomena alam atau sejenisnya.

Mungkin lebih mudah dimengerti jika aku menjelaskan ini sebagai:

"Sebuah suara yang langsung berhubungan dengan dunia ini dan mengendalikan dunia itu sendiri, seperti suara administratif daripada ekspresi individu."
Jika aku menggunakan bahasa pemrograman sebagai contoh, ini akan mirip dengan hanya menggunakan 'nol' dan 'satu'. 

Mungkin masih memerlukan waktu untuk sepenuhnya memahami hal ini.


PREVIOUS||DAFTAR||NEXT

Posting Komentar

0Komentar

Jangan SPAM (don't spam)

Posting Komentar (0)